laporan kimia

kimia organik, anorganik, biokimia

Biokimia

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X3 MAN Model Gorontalo Pada Materi Senyawa Karbon Dengan Menggunakan Model Peta Konsep

Posted by eko_chems on April 2, 2010 at 5:48 AM

BAB I

PENDAHULUAN



 

 

1. 1 Latar Belakang Masalah

Ilmu kimia merupakan ilmuyang mempunyai beberapa karakteristik diantaranya,objek ilmu kimia, cara memperoleh, serta kegunaannya. Kimia merupakanilmu yang pada awalnya diperoleh dan dikembangkan berdasarkanpercobaan (induktif) namun pada perkembangan selanjutnya kimia jugadiperoleh dandikembangkan berdasarkan teori (deduktif). Kimia adalah ilmu yangmencari jawabanatas pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana gejala-gejala alam yangberkaitandengan komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, danenergetika zat. Oleh sebab itu, mata pelajaran kimia di SMA/MAmempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi,struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetikazat yang melibatkan keterampilan dan penalaran. Ada dua hal yangberkaitandengan kimia yang tidakterpisahkan, yaitu kimia sebagai produk (pengetahuankimia yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori) temuanilmuwan dankimia sebagai proses (kerja ilmiah). Oleh sebab itu, pembelajarankimia danpenilaian hasil belajar kimia harus memperhatikan karakteristik ilmukimia sebagaiproses dan produk.

Mata pelajaran Kimia perludiajarkan untuk tujuan yang lebih khusus yaitu membekali pesertadidik pengetahuan, pemahaman dan sejumlah kemampuan yangdipersyaratkanuntuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi sertamengembangkanilmu dan teknologi. Tujuan mata pelajaran Kimia dicapai oleh pesertadidik melalui berbagai pendekatan, antara lain pendekatan induktifdalam bentukproses inkuiri ilmiah pada tataran inkuiri terbuka. Proses inkuiriilmiah bertujuanmenumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah sertaberkomunikasi sebagai salah satu aspek penting kecakapan hidup. Olehkarena itu pembelajarankimia menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsungmelalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikapilmiah.

Nakhleh (1992)melaporkan bahwa banyak siswa yang dapat mempelajari pelajaran lain,tetapi mendapat banyak kesulitan dalam mempelajari ilmu kimia.Kesulitan ini disebabkan oleh banyak faktor seperti yang dikemukakkanoleh Kean dan Midlecamp (1984).Faktor utama disebabkan oleh karakteristik ilmukimia itu sendiri yaitu konsep kimia yang umumnya bersifat abstrak,dan juga merupakan penyederhanaan dari keadaan yang sebenarnya.

Fakta di lapanganmenunjukkan bahwa di MAN Model KotaGorontalo masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalammempelajari konsep-konsep kimia. Data dari guru mata pelajaran kimiadaya serap siswa pada mata pelajaran kimia, cenderung tidakmengalami peningkatan yang berarti, terlihat daya serap rata-ratasiswa kelas X3(55% < rata-rata 6,0). Dengan capaian daya serap seperti inimenjadi indikator bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitandalam mempelajari konsep kimia khususnya konsep senyawa karbon.

Sebagian besar siswa belum mampu mencapaikompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pelajaranlanjutan. Juga, beberapa siswa belum belajar sampai pada tingkatpemahaman. Siswa baru mampu mempelajari (menghafal) fakta, konsep,prinsip, hukum, teori, dan gagasan inovatif lainnya pada tingkatingatan, mereka belum dapat menggunakan dan menerapkannya secaraefektif dalam pemecahan masalah sehari-hari yang kontekstual. Initerjadi karena, guru belum optimalmemberdayakan potensimasing-masing siswa yang sering kali tersembunyi.

Kalau masalah ini dibiarkan dan berlanjut terus, lulusan sebagaigenerasi penerus bangsa akan sulit bersaing dengan lulusan darinegara-negara lain. Lulusan yang diperlukan tidak sekedar yang mampumengingat dan memahami informasi tetapi juga yang mampu menerapkannyasecara kontekstual melalui beragam kompetensi. Di era pembangunanyang berbasis ekonomi dan globalisasi sekarang ini diperlukanpengetahuan dan keanekaragaman keterampilan agar siswa mampumemberdayakan dirinya untuk menemukan, menafsirkan, menilai danmenggunakan informasi, serta melahirkan gagasan kreatif untukmenentukan sikap dalam pengambilan keputusan.

Untuk meningkatkan perolehan hasil belajar siswapada konsep senyawa karbon diperlukan suatu modelpembelajaran yang berorientasi pada modelpembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa sertamemberikan kesempatan kepada siswa secara aktif membangunpengetahuannya sendiri. Salah satu modelyang dimaksud adalah model pembelajarandengan menggunakan peta konsep.

Peta konsep yangdiperkenalkan oleh Novak pada tahun 1985 (Dahar, 1988) dalam bukunyaLearning How to Learn,merupakan suatu alat yang efektif untuk menghadirkan secara visualhirarki generalisasi-generalisasi dan untuk mengekspresikanketerkaitan proposisi dalam sistem konsep-konsep yang salingberhubungan. Novak (2004) mengklaim bahwapemetaan konsep akan membantu para siswa membangun kebermaknaankonsep-konsep, dapat mengorganisasikan konsep-konsep yang kompleksdan prinsip-prinsip yang baru dan lebih kuat pada suatu bidang studi.

Dengan demikian, maka jelaslah bahwa strategipembelajaran dengan menggunakan model petakonsep dapat dijadikan sebagai jalan yang potensial untuk menambahkemampuan pemecahan masalah.

Berdasarkan latar belakang diatas, penulistermotivasi untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul“Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X3MAN Model Gorontalo Pada Materi Senyawa Karbon Dengan MenggunakanModel Peta Konsep”.

 

 

Identifikasi Masalah

Permasalahan yang ditemukan dalam kegiatanpembelajaran kimia di MAN Model KotaGorontalo yaitu:

Hasil belajar siswa pada konsep senyawa karbon masih rendah.

Kurangnya respon siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Kurangnya kemampuan siswa dalam menganalisa materi dalam pembelajaran kimia khususnya konsep senyawa karbon.

Kurangnya kreatifitas guru tentang model pembelajaran kimia dalam membangkitkan minat belajar siswa.


 

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan utamayang dibahas dalam masalah ini adalah“Apakah penggunaan Model PetaKonsep pada Materi Senyawa Karbon dapat meningkatkan hasil belajarsiswa”.


 

 

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk menigkatkan hasil belajar siswa dalam konsepsenyawa karbon melalui model petakonsep.

 

 

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitianini adalah:

Bagi siswa

Untuk meningkatkan hasilbelajar siswa kelas X3Madrasah Aliyah Negeri ModelGorontalo terhadap Konsep Senyawa Karbon.

Bagi guru

Sebagai bahan masukan dansumbangan pemikiran dalam upaya meningkatkan hasilbelajar siswa.

Bagi Sekolah dan Lembaga

Sebagai bahan masukan bagiMadrasah Aliyah Model Gorontalo dalam upaya meningkatkan hasilbelajar siswa melalui pembelajaran dengan menggunakan modelpeta konsep.



BAB II

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS



 

 

2.1 Pembelajaran Sebagai Suatu Proses

Kegiatan pembelajaran merupakan bentukpenyelenggaraan pendidikan yang memadukan secara sistematis danberkesinambungan kegiatan pendidikan di dalam lingkungan sekolahdengan kegiatan pendidikan yang dilakukan di luar lingkungan sekolahdalam wujud penyediaan beragam pengalaman belajar untuk semua pesertadidik. Ini berarti, diversifikasi kurikulum tidak terbatas padadiversifikasi materi, tetapi juga terjadi pada pengalaman belajar,tempat dan waktu belajar, alat belajar, bentukorganisasi kelas, dan cara penilaian. Pandangan ini memberikandampak pada penyelenggaraan pembelajaran.

Dalam wacana makna belajar mengajar, faktor yangmempengaruhi adalah pemahaman guru tentang arti belajar dan mengajar,yang hal ini juga mempengaruhi perilaku guru dalam mengajar. Maknadan hakikat belajar seringkali hanya diartikan sebagai penerimaaninformasi dari sumber informasi (guru dan buku pelajaran). Akibatnya,guru masih memaknai kegiatan mengajar sebagaikegiatan memindahkan informasi dari guru atau buku kepada siswa.Proses mengajar lebih bernuansa ‘memberi tahu’ daripada‘membimbing siswa menjadi tahu’ sehingga sekolah lebih berfungsisebagai ‘pusat pemberitahuan’ daripada sebagai pusat‘pengembangan potensi siswa’. Perilaku guru yang selalu‘menjelaskan’ dan ‘menjawab langsung’ pertanyaan siswamerupakan salah satu contoh tindakan yang menjadikan sekolah sebagaipusat pemberitahuan.

Membahas makna belajar, dapat dikemukakan beberapapendapat yang dapat menjelaskannya, terutama oleh Slameto, 2003“Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untukmemperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi denganlingkungannya. Hal ini diperkuat oleh pandangan filsafat Freire(dalam Smith, 2001) bahwa pembelajaran haruslah berorientasi padapengenalan realitas diri manusia dan dirinya sendiri. Pengenalantidak hanya cukup bersifat obyektif atau subyektif, melainkankedua-duanya. Dalam prosesnya dapat dijelaskan melalui hubungantindakan dan berpikir yang dialami oleh peserta didik, sebagai subyekyang belajar, subyek yang bertindak dan berpikir dan pada saat yangbersamaan berbicara menyatakan hasil danbuah pikirannya.

Pada pandangan ‘konstruktivisme’yang dikemukakan oleh Huitt (2003)bahwa belajar diartikan sebagai proses membangun makna atau pemahamanterhadap informasi dan atau pengalaman. Proses membangun maknatersebut dilakukan sendiri oleh siswa dan dimantapkan bersama oranglain. Proses itu disaring dengan persepsi, pikiran (pengetahuanawal), dan perasaan siswa. Belajar bukanlah proses menyerap makna(pengetahuan) yang sudah jadi bentukan guru. Hal ini diperkuat denganbukti bahwa, hasil ulangan siswa pada akhir kegiatan pembelajaranberagam padahal mereka mengalami prosespembelajaran yang sama, dari guru yangsama, dan pada saat yang sama. Pengetahuan ternyata tidak pindahbegitu saja dari guru ke siswa, melainkan dibangun sendiri olehsiswa.

Terkait dengan proses belajar bermakna, Ausubel(dalam Dahar, 1986) menjelaskan bahwa belajarmerupakan suatuproses dikaitkannya informasi barupada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitifseseorang sehingga terjadilah proses belajar bermakna. Prosesbelajar dapat dibagi dalam dua tahapan. Pertama, yaitu materipelajaran dapat diinformasikan kepada siswa dalam bentuk belajardalam dalam menemukan sendiri baiksebahagian atau keseluruhan materi yang akan diajarkan. Kedua, yaitusiswa menghubungkan atau mengaitkan informasi tersebut denganpengetahuan yang telah ada pada struktur kognitifnya yang berupakonsep, hukum, kaidah, prinsip, dan asas yang disebut belajarbermakna.

Akibat logis dari pengertian belajar diatas, makamengajar merupakan kegiatan partisipasi guru dalam membangunpemahaman siswa. Mengingat belajar adalah kegiatan aktif siswa dalammembangun pemahaman, maka partisipasi guru jangan sampai merebutotoritas atau hak siswa dalam membangun gagasannya. Dengan kata lain,partisipasi guru harus selalu menempatkan pembangunan pemahaman ituadalah tanggung jawab siswa itu sendiri, bukan guru. Partisipasi guruhendaknya dibatasi peran fasilitator dan mitra belajar, misalnyadengan cara bertanya yang merangsang berpikir dan berbuat,mempertanyakan, meminta kejelasan, atau menyajikan situasi berpikiruntuk siswa.


 

 

2.2Pengertian Peta Konsep

Belajar bermakna yangmerupakan inti dari teori Ausubel (Dahar, 1986) merupakan suatuproses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep yang relevanyang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Jadi, proses belajartidak sekedar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, namunberusaha menghubungkan konsep-konsep tersebut untuk menghasilkanpemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipahami secara baik tidakmudah dilupakan.

Belajar bermakna merupakansuatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konseprelevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Agar terjadibelajarbermakna maka dalam diri siswa harusada konsep-konsep relevan yang disebutsubsumer. Bila tidak terdapat konsep-konsep yang relevan tersebutmaka informasi baru akan dipelajari secara hafalan. Bila tidakdilakukan usaha untuk mengasimilasikanpengetahuan baru pada konsep-konsep relevan yang sudah ada dalamstruktur kognitif, juga akan terjadi belajar hafalan. Dengandemikian, guru harusselalu berusaha mengetahui konsep-konsep apa yang telah dimiliki olehsiswa dan membantu mengasimilasikan konsep-konsep tersebut denganpengetahuan baru yang diajarkan.

Konsep dapat didefinisikandengan bermacam-macam rumusan. Salah satunya adalahdefenisi yang dikemukakan Ausubel (1979) bahwa konsep adalahbenda-benda,kejadian-kejadian, situasi-situasi, atau sesuatu yang memilikiciri-ciri khas danyang terwakili dalam setiap bidangnya oleh suatu tanda atau simbol.Rosser (dalamDahar, 1988) menyebutkan konsep merupakan suatu abstraksi dariserangkaianpengalaman yang didefinisikan sebagai suatu kelompok obyek ataukejadian.Abstraksi berarti suatu proses pemusatan perhatian seseorang padasituasi tertentudan mengambil elemen-elemen tertentu, serta mengabaikan elemen yanglain. Konsepadalah ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-bendaatau sibol atau peristiwa tertentu kedalam contoh dan bukan contohdari ide abstrakitu (Gagne, 1977). Dari beberapa defmisi diatas, dapat disimpulkanbahwa konsep merupakan suatu abstraksi atau gagasan yangmenggambarkan ciri-ciri atau atributumumdari sekelompok objek atau peristiwa.

Pembentukan konsepdikembangkan dengan maksud untuk melatih kemampuanberpikir. Menurut Dahar (1989) bahwa konsep merupakan dasar berpikiruntuk belajar aturan-aturan yang akhimya dapat memecahkan masalah.Dengan kemampuan yang terlatih ini maka terbentuk berbagai pencapaiankonsep yangmasuk kedalam memori kerja manusia. Dari hal tersebut maka konsepmerupakandasar berpikir untuk belajar aturan-aturan dan akhirnya dapatmemecahkanmasalah.

George Posner danAlan Rudnitsky dalam Nur (2001) menyatakan bahwa peta konsep mirippeta jalan, namun peta konsep menaruh perhatian pada hubungan antaride-ide, bukanhubungan antar tempat. Peta konsep bukan hanya meggambarkankonsep-konsep yang penting melainkan juga menghubungkan antarakonsep-konsepitu. Dalam menghubungkan konsep-konsep itu dapat digunakan duaprinsip, yaitudiferensiasi progresif dan penyesuaian integratif. Menurut Ausubel(2002)diferensiasi progresif adalah suatu prinsip penyajian materi darimateri yang sulit dipahami. Sedang penyesuaian integratif adalahsuatu prinsip pengintegrasian informasibaru dengan informasi lama yang telah dipelajari sebelumnya. Olehkarena itubelajar bermakna lebih mudah berlangsung, jika konsep-konsep barudikaitkan dengankonsep yang inklusif.

Peta konsep dikembangkanTony Buzan pada tahun 1970-an merupakan teknik memetakankonsep atau teknik mencatat informasi yang disesuaikan dengan caraotak memprosesinformasi yang memfungsikan otak kanan dan otak kiri secara sinergis(bersamaan dan saling melengkapi) sehingga informasi lebih banyak danlebih mudahdiingat (DePorter, dkk. 2000 dan DePorter dan Hernacki, 2002).

Peta konsep berbentuk suatugambar keseluruhan dari suatu topik. Gagasan utamadiletakkan di tengah-tengah halaman dan sering dilengkapi denganlingkaran, persegi,atau bentuk lain. Dari gagasan utama, ditambahkan cabang-cabang untuksetiap pointataugagasan utama. Jumlahnya bervariasi tergantung dari jumlah gagasanatau segmen. Tiap-tiap cabang dikembangkan untuk detail denganmenuliskankata kunci atau frase dan dapat pula berupa singkatan. Sedangkansimbol-simboldan ilustrasi-ilustrasi dapat ditambahkan untuk menambatkan ingatanyang lebihbaik. Ditambahkan pula bahwa peta konsep terbaik adalah peta konsepyangwarna-warni dan menggunakan banyak gambar dan simbol; biasanya tampakseperti karyaseni (DePorter, dkk. 2000, DePorter dan Hernacki, 2002, Svantersson,2004).

Pemetaan konsep dalambeberapa hal lebih efektif dalam mempelajari hal-hal yang lebihkompleks. Peta konsep digunakan untuk menyatakan hubungan yangbermaknaantara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Proposisimerupakan duaatau lebih konsep yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unitsemantik (Novak dalam Dahar 1988: 150).

Peta konsep merupakan alatyang digunakan untuk mengetahui apa yang telah diketahui oleh siswasekaligus menghasilkan proses belajar bermakna, sebagaimanadiungkapkanDePorter, dkk. (2000) bahwa peta konsep dapat membantu dalammengingat perkataandan bacaan, meningkatkan pemahaman terhadap materi, membantumengorganisasi materi, dan memberikan wawasan baru.

Dengan memberi tugas kepadasiswa untuk membuat peta konsep dari salah satubab yang akan dibahas, maka:

Siswa akan berusaha mengeluarkan konsep-konsep dari apa yangdibacanya, menempatkan konsep yang paling inklusif pada puncak petakonsep dan mengurutkan konsep-konsep lain yang kurang inklusif padakonsep yang inklusif.

Siswa akan berusaha mencari kata-kata penghubunguntuk mengaitkan konsep-konsep itu menjadi proposisi-proposisi yangbermakna dan melibatkan konsep-konsep padapelajaran yang lampau maupun implikasi-implikasi dalam kehidupansehari-hari.

Guru akan mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dalammenghadapi pelajaran baru.

Melalui hal tersebutdiatas, maka dapat dikatakan bahwa:

Peta konsep adalah suatu cara untukmemperlihatkan konsep-konsep dan proposisi suatu bidang studi

Peta konsep merupakan suatu gambarandua dimensi dari suatu bidang situsi atausuatu bagian dari bidang studi yang bukan hanya menggambarkankonsep-konsep yang penting juga memerlukan hubungan antarkonsep-konsep.

Peta konsep adalah cara untuk mengatakan hubunganantara konsep-konsep menurut hirarkinya.

Selain kegunaan peta konsep yang telah disebutkan sebelumnya, petakonsep juga digunakan sebagai:

Membantuguru mengetahuisejauhmana pengetahuan siswatentang suatu topik sebelum pembelajarandimulai supaya guru dapatmerencanakan urutan pembelajaranselanjutnya. Untuk maksud ini,guru dapat memberi kepada siswa sejumlahkata kunci atau gagasan terkait dengan topik yang akan dipelajari.

Menyediakantitik tolak untuk diskusi antar siswaguna memperjelas pengertian mereka. Untuk maksud ini, siswa akanditempatkan di dalam kelompok-kelompok yangterdiri atas dua atau tigaorang untuk membangun peta melalui mufakat (konsensus).

Memberi umpan balik tentang sejauhmana siswa sudahmemahami topik itu. Untuk maksud ini, peta konsep tentu diselesaikan sebagai kegiatan terakhir dalam urutan pengajaran suatu topik. Siswadapat diberi semua konsep kunci tentang suatu topik dan memintamereka menghubungkannya dalam suatu peta konsep. Dan kemungkinanlain, mereka dapat diberi satu atau dua gagasan kunci, lalumemintanya untuk membangun peta konsep dengan menambahkangagasan-gagasan tentang semua hal yang sudah dipelajarinya.

Mengaitkangagasan-gagasan dan pengertian yang dikembangkan dalam satu kegiatandengan apa yang mereka pelajari dalam kegiatan lain. Untuk maksudini, guru akan memberi siswa dua buah daftar kata kunci, satu daftardari setiap topik, dan meminta siswa menghubungkan kata-kata darikedua daftar dalam peta konsep mereka.


 

 

2.3 Peta Konsep pada Mata pelajaran Kimia

Petakonsep dapat dikembangkan secara individual atau dalam kelompokkecil. Siswa mengatursejumlah konsep atau kata-kata kunci pada satu halaman kertas,kemudian menghubungkannya dengan garis-garis dan sepanjang garis ituditulis suatu kata atau ungkapan yang menjelaskan kaitan antarkata-kata atau konsep-konsep itu.

Dalamkegiatan ini guru mendorong siswa untuk menyusun konsep dari konsepyang sudah disediakan. Guru memilihkonsep yang perlu dikuasai siswadengan mengenal, mengerti, dan mampu menggambarkan, umpamanya senyawakarbon.

Gurumendorong siswauntuk menganalisa konsep atau gagasanitu dengan menempatkan gambar-gambar, kata-kata, benda-benda,kalimat-kalimat atau diagram-diagram yang disajikan dalam duatumpukan yang berbeda. Satu tumpukan merupakan contoh yang baik darikonsep atau gagasanyang ia pikirkan dan tumpukan yang satu lagi berisi hal-hal yangtidak sesuai dengan konsep ataugagasannya.

Langkahpertama adalah menyajikan contoh gagasan yang diterima siswa,umpamanya senyawa alifatik,yang merupakan salah satu macam senyawa karbon.Lalu guru memberitahu kepada siswa bahwa ini adalah contoh yangbenar. Inilah contoh pertama dalam tumpukan contoh-contoh yang‘benar’.

Sekarangguru menunjukkan kepada siswa-siswa contoh yang salah dari konsepatau gagasan itu seperti kataalumunium.Alumuniumbukan senyawa karbon.Kata ini ditempatkan dalam tumpukan ‘bukan contoh yang benar’.

Gurulanjutkan lagi menunjukkan contoh-contoh yang benar dan contoh-contohyang salah, dan kemudian mengajakpara siswauntuk membantunya dalam memutuskan ke dalam tumpukan mana contoh ituakan ditempatkan.

Padasaat semuasiswa mampu menempatkan contoh-contoh ke dalam tumpukan yang benar,guru harus bertanya kepada dua atau tiga siswa yang tampaknyamemahami gagasan itu untuk menjelaskan bagaimana mereka memutuskansehingga gambar itu ditempatkan pada kelompok itu. Sesudah merekamemberikan penjelasan secara jelas, guru mungkin masih menyajikanbeberapa lagi contoh untuk memastikan bahwa semua siswa sudahmengenali gagasan itu. Jika siswa tidak mampu mengenali gagasan itu,maka guru perlu memberikan jawabannya.


 

 

2.4 Peta Konsep pada Senyawa Karbon

Seperti telah dikemukakansebelumnya, bahwa peta konsep memegang perananpenting dalam belajar bermakna. Karena itu setiap siswa hendaknyapandai menyusunpeta konsep untuk meyakinkan pada kita bahwa pada siswa itu telahberlangsungbelajar bermakna. Untuk mengajarkan pembuatan peta konsep, adabeberapalangkah yang harus diikuti, yaitu:

Memilih bacaandari suatu buku bacaan. Sebagaicontoh diberikan bacaan sebagaiberikut.

Bahan yang berasal darimakhluk hidup umumnya merupakan senyawa karbon.Hal ini dapat kitabuktikan dalam kejadian sehari-hari. Perhatikanlah apa yangterjadi ketika sampelorganik, seperti kayu, telur, daging, atau beras dibakar padasuhu yang cukuptinggi, maka bahan itu akan menjadi gosong, hal ini terjadikarena pemanasanmenyebabkan senyawa karbon dalam bahan tersebut terurai menjadikarbon yang berwarna hitam. Penggolongan senyawa karbon umumnyaberdasarkanbentuk rantai karbon dari jenis ikatannya. Berdasarkan bentuk rantaikarbonnya,senyawa karbon digolongkan kedalam senyawa alifatik, alisiklik, atauaromatik. Senyawa alifatik adalah hidrokarbon rantai terbuka,sedangkan senyawaalisiklik dan aromatik memiliki rantai lingkar (cincin).

Senyawa alifatik dapatditurunkan lagi menjadi beberapa golongan senyawa, yaitusenyawa hidrokarbon, senyawa karbonil, dan alkohol. Senyawahidrokarbonadalah golongan senyawa karbon yang paling sederhana. Hidrokarbonhanya terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Walaupun hanyaterdiri dari dua jenis unsur, hidrokarbon merupakan suatu kelompoksenyawa yangbesar. Hidrokarbon alifatik dapat berupa hidrokarbon jenuh (alkana)dan hidrokarbon tak jenuh (alkena dan alkuna). Contoh alkana adalahmetana, etana,propana. Contoh alkena adalah etena, propena. Sedangkan contoh alkunaadalah asetilena.

Alkohol alifatik ialahsenyawaan yang terdiri atas rantai hidrokarbon (jenuh dan takjenuh) dengan gugus hidroksil (-OH) satu atau lebih. Mengenai tempatterikatnya gugus OH- alkohol dapat dibagi dalam: (1) alkohol primer,dimana OHterikat pada atom C primer, (2) alkohol sekunder, dimana OH terikatpada atom Csekunder, (3) alkohol tersier, dimana OH terikat pada atom C tersier.

Untuk senyawa karbonilterbagi menjadi: aldehid, keton, asam karboksilat, dan ester.Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonilyang terikat padasebuah atau dua buah atom hidrogen. Suatu keton adalah suatu senyawaorganik yang mempunyai sebuah gugus karbonil terikat pada dua gugusalkil, duagugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril.

Asam karboksilat ialah suatusenyawa yang mengandung gugusan karbonil, suatuistilah yang berasal dari karbonil dan hidroksil. Kemudian esterdibentuk darinama asam dengan mengganti asam dengan gugus yang mengganti H-asam.Ester memilikirumus umum R – COOR`.

Konsep-konsep yangrelevan dengan senyawa karbon.

Untuk bacaan ini, konsep-konsep yang relevanadalah:

senyawa karbon - senyawaalifatik - hidrokarbon - alkohol - benzen - fenol -anilin - senyawakarbonil - aldehida - keton - asam karboksilat - ester -senyawa aromatik -alkohol primer - alkohol sekunder - alkohol tersier - alkana -metana - etana - propana - alkena - etena - propena - alkuna -asetilena.

Urutan konsep dari yangpaling inklusif ke paling tidak inklusif atau contoh-contoh.

Paling inklusif:senyawa karbon - senyawa karbonil - senyawa

aromatik - senyawa karbonil- senyawa alifatik - alkoholprimer - alkohol sekunder - alkohol tersier -hidrokarbon - alkohol- benzen - fenol - anilin -aldehid- keton - asam karboksilat - ester - alkana -alkena - alkuna.

Paling tidak inklusif:metana- etana - etena - propena - asetilena.

Menyusun konsep-konsep itudi atas dimulai dari konsep yang paling inklusif dipuncak ke konsep yangpaling tidak inklusif.

Menghubungkan konsep-konsepitu dengan kata atau kata-kata penghubung.Gambar peta konsepyang sudah selesai.


 

 

2.1.3 Uraian Tentang Hasil Belajar

Pada dasarnyamenentukan tercapai dan tidaknya tujuan pembelajaran perlu diadakantindakan penelitian atau evaluasi yang diperoleh dari tindakanpenelitian atauevaluasi dinyatakan dalam bentuk hasil belajar. Bloom dalam Imran(1996: 22) membagihasil belajar atas tiga ranah (kawasan), yaitu kognitif,afektif,dan psikomotor.Ketiga ranah tersebut terkait satu sama lain, masing-masing disusundari yang sederhana sampai kepada yang kompleks yaitu:

Ranah kognitifterdiriatas:

Pengetahuan (knowledge),mencakupkemampuan ingatan tentang hal yang

telahdipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan iniberkenaan

denganfakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip atau metode.

Pemahaman (comprehention)mencakupmenangkap arti dan makna yang

dipelajari.

Penerapan (application)mencakupkemampuan menerangkan metode dan

kaidahuntuk menghadapi masalah yang nyata dan baru.

Analisis(analysis)mencakup untuk merinci, menghubungkan, mengartikan

rinciandan saling menghubungkan antara satu bagian dengan bagian yang

lain.

Sintesis(syntesis)mencakupkemampuan untuk menyatakan hal-hal yang tak

menyatu menjadi satukesatuan yang utuh.

Evaluasi (evaluation),mencakupkemampuan membentuk pendapat tentang

beberapahal berdasarkan kriteria tertentu.

Ranah afektif,terdiriatas:

Penerimaan (receiving),suatu kemampuanuntuk menghadirkan kemandirian

pada sebuah even ataustimulus-stimulus yang diterima oleh siswa.

Pemberian tanggapan(responding),kemampuanmemberikan tanggapan atas

kejadian-kejadian yang diterima.

Pemberiannilai(valuing),kemampuanmemberikanhargaterhadap

fenomena,benda atau kejadian.

Pengorganisasian(organization),upaya untukmemadukan berbagai jenis nilaiyang berbeda kemudian dibangun menjadi suatu sistem nilai.

Karakterisasi dengan suatunilai (characterizationby a value or value

complex),kemampuan menghayatinilai dan membentuknya menjadi pola

nilaikehidupan pribadi.

Ranahpsikomotorterdiri atas:

Persepsi(perception)ialahpenggunaan inderauntuk memperoleh petunjuk

kearahmotorik.

Persiapan (set)meliputimental set,phisicalset danemotionalset,untuk

melibatkandiri dalam keadaan dimana akan terjadi suatu gerakan atau

rangkaiangerakan.

Gerakan terpimpin(guidedrespon)ialahkemampuan melakukan gerakan

sesuaicontoh atau gerak peniruan.

Gerakan terbiasa ialahrespon yang telah dipelajari seseorang telah menjadi

kebiasaandan gerakan yang ditampilkan dilakukan dengan penuh kemahiran.

MASIH KURANG LAGI 3

Senyawa Karbon

Ciri khas atom karbon

Dalam sistem periodik unsur-unsur, atom karbonterletak ditengah-tengah pada bagian atas yaitu pada golongan IVA danperioda kedua. Hal ini berdasarkan konfigurasi elektron 1s2,2s2,2p2.Dengan memperhatikan konfigurasielektron ini, dapat dilihat bahwa atom karbon mempunyai elektronvalensi (jumlah kulit terluar) 4 (empat) buah elektron, dalam artibahwa elektronnya stabil.

Atom karbon memiliki karakteristik yang berbeda dengan atom-atomlain, yaitu dapat membentuk rantai atom yang panjang dan bercabang.Atom karbon mempunyai ciri khas sebagai berikut:

Dalam senyawa-senyawa, unsur karbon membentuk pasangan elektron dengan atom-atom lain untuk memenuhi teori oktet.

Letak elektron valensi dari atom karbon sangat dekat dari inti atom, dalam hal ini atom karbon hanya memiliki dua lapisan kulit memudahkan terbentuknya rantai karbon yang panjang.

Atom karbon dapat membentuk ikatan-ikatan yang kuat, baik ikatan tunggal maupun ikatan rangkap dua dan tiga.

Atom karbon dapat membentuk empat ikatan kovalen baik dengan atom karbon itu sendiri maupun mengikat atom lain. Khusus ikatan sesama karbon dikenal beberapa istilah sebagai berikut:

Atom C primer yaitu atom karbon yang terikat pada satu atom C yang lain.

Atom C sekunder yaitu atom karbon yang terikat pada dua atom karbon lain.

Atom C tersier yaitu atom karbon yang terikat pada tiga atom karbon lain.

Atom C kuartener yaitu atom karbon yang terikat pada empat atom karbon lain.

Pada mulanya orang mengira bahwa senyawa karbon hanya dapatdiperoleh dari tumbuh-tumbuhan dan hewan, jadi hanya dapat dihasilkanoleh organisme hidup. Karena itu, istilah senyawa karbon disebut jugasenyawa organik. Pendapat ini tidak lagi dapat dibenarkan semenjakMohler (1800-1882) seorang ahli kimia Jerman, dalam tahun 1828 telahberhasil mensintesis senyawa karbon urea dari zat-zat anorganik.Meskipun demikian istilah organik tetap dipertahankan.

Kimia organik sangat penting bagi kehidupan manusia. Hal inidisebabkan semua kegiatan masyarakat dalam kehidupan sehari-harimencakup dalam ruang lingkup ilmu kimia organik. Dalam bidangpertanian seperti pembuatan pupuk pestisida, bidang kedokteranmisalnya pembuatan obat-obatan, anti biotik dan dibidang perhubunganantara lain bahan bakar, karet dan lain-lain.

Senyawa organik yang paling sederhana tersusun dari dua elemen yaituantara atom karbon tersusun dari dua elemen yaitu antara atom karbondan hidrogen. Gabungan dari atom karbon dan hidrogen ini disebuthidrokarbon. Hidrokarbon selain terdapat di alam dapat pula dibuatsecara laboratorium.

 

 

Hidrokarbon

Hidrokarbon Jenuh

Alkana

Alkana termasuk hidrokarbon jenuh karena hanyamemiliki ikatan kovalen tunggal antar-atom karbon, yakni ikatan C –C. Sebagai hidrokarbon jenuh, alkana memiliki jumlah atom H yangmaksimum. Beberapadata sifat alkana dapat dilihat pada Tabel1.

Tabel 1. Beberapa data sifat alkana rantai lurus

Nama

Rumus Molekul

Titik Leleh

(0C)

Titik Didih

(0C)

Fase

(2500C)

Jumlah Isomer Struktur

Metana

Etana

Propana

Butana

Pentana

Heksana

Heptana

Oktana

Nonana

Dekana

Undekana

Dodekana

Tridekana

Tetradekana

Oktadekana

CH4

C2H6

C3H8

C4H10

C5H12

C6H14

C7H16

C8H18

C9H20

C10H22

C11H24

C12H26

C13H28

C14H30

C15H32

- 182,5

- 183,2

- 187,7

- 138,3

- 129,7

- 95,3

- 90,6

- 56,8

- 53,6

- 29,7

- 25,6

- 9,6

5,4

5,9

28,2

- 161,5

- 88,5

- 42,2

- 0,5

36,1

68,7

98,4

125,7

150,8

174,0

195,8

215,3

235,4

253,5

316,1

Gas

Gas

Gas

Gas

Cair

Cair

Cair

Cair

Cair

Cair

Cair

Cair

Cair

Cair

padat

1

1

1

2

3

5

9

18

35

75

159

355

802

1558

60525

 

Jika diperhatikan rumus molekul alkana, bahwasetiap penambahan satu atom C, berarti penambahan satu gugus CH.Urutan suatu golongan senyawa hidrokarbon berdasarkan perbedaanjumlah gugus CH2yang terartur disebut deret homolog.

Jika atom karbon yang diikat berjumlah n (Cn),jumlah atom H dapat ditentukan berdasarkan deret hitung. Jadi, jumlahatom H adalah (2n + 2) sehingga senyawa alkana memiliki rumus umumCnH2n+ 2.

Tata nama (nomenklatur) alkana

Tata nama alkana mengikuti tata nama IUPAC.

Semua nama alkana mempunyai akhiran ‘ana’.

Jika rantai karbon tidak bercabang, maka:

Nama alkana tergantung dari jumlah atom C dalam rantai karbon.

Jika rantai karbon terdiri dari 4 atom C atau lebih,maka nama alkana diberi awalan n– (normal).

Jika rantai karbon bercabang, maka:

Tentukan rantai induk, yakni rantai karbon terpanjang. Beri nomor pada rantai induk sehingga cabang mempunyai nomor sekecil mungkin.

Rantai induk diberi nama alkana disesuaikan dengan jumlah atom C dalam rantai induk tersebut

Cabangmerupakan gugus alkildan diberi nama alkilsesuai jumlah atom C dalam cabang tersebut.

Urutan penulisan nama alkana bercabang adalah sebagai berikut. Tulis nomor cabang diikuti tanda (-). Lalu beri nama alkil dari cabang. Nama alkil ditulis menyambung dengan nama rantai induk.

Jika terdapat 2 atau lebih jenis alkil, maka nama-nama alkil disusun menurut abjad. Gunakan tanda (-) untuk memisahkan nomor dari nama alkil.

Jika terdapat lebih dari 1 alkil sejenis, maka:

Tulis nomor-nomor cabang dari alkil-alkil sejenis dan dipisahkan dengan tanda koma (,). Jika terdapat 2 gugus alkil dengan nomor yang sama, maka nomor tersebut harus diulang.

Beri awalan Yunani (di, tri, tetra, penta, dan seterusnya) pada nama gugus alkil sesuai jumlah gugus alkil.

Gunakan tanda (-) untuk memisahkan nomor cabang dengan nama alkil.

Untuk penomoran rantai karbon yang mengandung banyak cabang:

Jika terdapat beberapa pilihan rantai induk, pilih rantai yang mengandung paling banyak cabang.

Gugus alkil dengan jumlah atom C lebih banyak diberi nomor yang lebih kecil.

Isomer alkana

Isomer adalah senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapimempunyai rumus struktur yang berbeda. Alkana yang mempunyai isomermulai dari butana dengan 2 isomer:

 

Makin besar jumlah atom C makin banyak pula isomer yang terbentuk.

Cara menentukan jumlah isomer pada alkana:

Tentukan rantai C terpanjang (tanpa cabang)

Satu atom C dikurangi untuk membentuk satu cabang metil. Kemudian, cabang metil ini dipindah secara teratur mulai dari atom C dengan nomor kecil ke atom C berikutnya. Penomoran dapat dilakukan dari ujung kiri maupun ujung kanan rantai karbon.

Mengurangi dua buah atom C untuk membentuk dua cabang metil atau satu cabang etil. Secara sistematis, kedua cabang ini ditempatkan pada atom C dengan nomor kecil secara bersamaan.

Kemudian, secara bertahap satu cabang digeser ke atom C berikutnya, sedangkan cabang metil yang lain tetap. Selanjutnya, buat cabang metil baru yang masih memungkinkan. Demikian seterusnya

Sifat-sifat alkana

Alkana mempunyai sifat-sifat antara lain sebagaiberikut senyawa-senyawa rendah (C1– C4)pada tekanan dan volume normal berbentuk gas, senyawa sedang (C5– C17)pada tatanan dan volume normal membentuk cair dan untuk senyawatinggi C18keatas berbentuk padat. Selanjutnya titik didih makin tinggi apabilasejumlah atom C makin banyak. Disamping itu juga alkana mudah larutdalam zat-zat pelarut organik, misalnya benzena, eter, karbontetraklorida (CCl4)dan tidak larut dalam air. Alkana-alkana seperti bensin, minyak tanahdan lain-lain selalu mengapung dalam air oleh karena berat jenisalkana lebih kecil dari air.

Reaksi yang terjadi pada alkana

Oksidasi

 

Cracking yaitu: proses pemecahan alkana dengan pemanasan pada temperatur tinggi tanpa oksigen akan dihasilkan alkana dengan rantai lebih pendek.

Contoh:

 

 

Subtitusi (penggantian)

Senyawa alkana ditambah asam sulfat dapat bereaksi cepat bila alkana terebut mengandung atom C tersier.

Misalnya:

 

Halogenasi

 

 

 

Hidrokarbon Tidak Jenuh (alkena)

Rumus umum alkena

Alkena termasuk keluarga hidrokarbon tak jenuhkarena memiliki setidaknya 1 ikatan rangkap dua C = C. Adanya ikatanrangkap menyebabkan jumlah atom H padaalkena tidak maksimum seperti halnya alkana.

Tebel 2. Beberapa datafisis alkena rantai lurus

Nama

Rumus Molekul

Titik Leleh

(oC)

Titik Didih

(oC)

Fase pada

(25oC)

Etena

Propena

1-butena

1-pentena

1-heksena

1-heptena

1-oktena

1-nonena

1-dekena

C2H4

C3H6

C4H8

C5H10

C6H12

C7H14

C8H16

C9H18

C10H20

- 169

- 185

- 185

- 165

- 140

- 119

- 102

- 104

- 48

- 6

- 30

63

93

122

146

171

Gas

Gas

Gas

Gas

Cair

Cair

Cair

Cair

Cair

 

Dari rumus molekul alkena diatas, jika n adalahjumlah atom C, maka rumus umum alkena yang memiliki 1 ikatan C = Cdapat dinyatakan sebagai CnH2n.

Tata nama (nomenklatur) alkena

Tata nama alkena menurut IUPAC mengikuti tata nama alkana, denganbeberapa catatan penting:

Rantai induk pada alkena adalah rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap dua C = C. Nama rantai induk berasal darinama alkana di mana akhiran ‘-ana’ diganti ‘-ena’.

Penomoran pada rantai induk dimulai sedemikian sehingga atom C pertama yang terikat ke ikatan C = C memiliki nomor sekecil mungkin.

Nama rantai induk dimulai dengan nomor atom C pertama yang terikat ke ikatan C = C, diikuti tanda (-) baru nama dari rantai induk.

Jika terdapat cabang (gugus alkil) pada rantai induk, beri nama alkil yang sesuai. Aturan lainnya sesuai dengan tata nama alkana.

Jika terdapat lebih dari satu ikatan C = C, maka akhiran ‘-na’ pada alkana diganti dengan ‘-diena’ (ada 2 ikatan C = C), ‘-triena’ (ada 3 ikatan C = C) dan seterusnya. Kedua atom C pertama yang terikat ke ikatan C = C, harus memiliki nomor sekecil mungkin.

Isomer alkena

Isomeri pada alkena ditemukan pada butena yang mempunyai 3 isomer:

 

 

 

 

 

 

Dikenal 2 jenis 2-butena, yang satu disebutcis-2-butena (td = 4C) dan yang satu lagidisebut trans-2-butena, kedua gugusmetil terletak pada sisi yang sama, sedangkan pada trans-2-butenakedua gugus metil berseberangan. Mengenai isomer cis dan trans lebihlanjut akan dibicarakan di kelas II.

Sifat-sifat alkena

Alkena mempunyai sifat yang sama dengan alkana yaitu bersifat gas, cair dan padat.

Dapat mengalami reaksi adisi yaitu peristiwa pengubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal dengan cara menangkap atom-atom lain seperti: H2 dan halogen atau unsur halogen.

 

 

Contoh:

 

 

 

 

Alkena dapat mengalami oksidasi oleh KMnO4 menghasilkan senyawa glikol.

 

Etilen glikol adalah cairan serbaguna, pengisi radiator kendaraan,menurunkan titik beku jika dicampur dengan air.

Alkena dapat mengalami reaksi polimerisasi yaitu reaksi pengubahan dari monomer menjadi polimer.

Politena (polimer dari etena)

Contoh:

 

Polivinilklorida (PVP) polimer dari vinilklorida

 

Reaksi-reaksi alkena

Reaksi eliminasi (penghilangan)

Contoh:

 

Reaksi dehidrasi (penghilangan hidrogen dengan bantuan katalis Cr2O3).

Contoh:

 

Reaksi dehalogenasi (penghilangan halogen)

Contoh:

 

 

 

Hidrokarbon Tak Jenuh (alkuna)

Rumus umum alkuna

Alkuna merupakan keluarga hidrokarbon tak jenug,karena tidak mengandung jumlah atom H maksimum seperti alkana. Alkunamemiliki setidaknya 1 ikatan rangkap tiga (CC).Dapat disimpulkan rumus umum alkunaCnH2n-2. Alkuna mengikat 2 atom H. Olehkarena itu, alkuna tidak lebih jenuh daripada alkena. Kekuarangan atom H pada alkuna terjadi karena empatelektron pada alkana digunakan untukmengikathydrogen tetapi pada alkuna digunakanuntuk membentuk ikatan rangkap tiga.

Tata nama (nomenklatur) alkuna

Dalam pemberian nama alkuna ini tidak jauh berbeda dengan pemberiannama pada alkana dan alkena yaitu dengan cara mengamati akhiran –anadengan akhiran –una. Begitu pula untuk aturan-aturan selanjutnya.

Alkuna yang terpenting adalah: etuna (C2H2)sering disebut asetilena. Sedangkan alkuna-alkuna lainnya dianggapsebagai turunan dari asetilena.

Sifat-sifat alkuna

Sifat-sifat alkuna sama halnya dengan alkana dengan alkena yaitu:

Untuk senyawa rendah → gas

Untuk senyawa sedang → cair

Untuk senyawa tinggi → padat

 

 

Alkuna dapat mengalami reaksi adisi

Alkuna dapat bereaksi dengan air dengan bantuan katalis HgSO4 membentuk senyawa aldehida.

Asetilena jika dipanaskan pada temperatur tinggi akan mengalami polimerisasi.

Asetilena berfungsi:

Apabila dibakar dengan oksidasi oksigen menghasilkan panas yang tinggi (2700oC) sehingga dapat digunakan untuk mengelas dan memotong logam.

Sebagai bahan dasar pembuatan plastik.

Isomer alkuna

Isomer dari alkuna antara lain adalah alkadiena.Alkadiena adalah senyawa-senyawa hidrokarbon yang mempunyai duabuah ikatan rangkap dua.

Tata nama alkadiena adalah sama dengan nama alkunanya yaitu diberiakhiran diena dan memberi angka terkecil pada ikatan rangkapnya.


 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

 

Setting dan Karakteristik Subyek yang Dikenai Tindakan

Penelitian tindakan ini dilaksanakan di kelas X3Madrasah Aliyah Negeri Model Kota Gorontalo yang terdaftar padasemester genap tahun pelajaran 2006/2007. Jumlah siswa yang dikenaitindakan sebanyak 23 orang yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 14orang perempuan. Pada observasi awal yang dilakukan ternyata siswapada kelas ini memiliki daya serap yang tergolong rendah pada matapelajaran kimia khususnya konsep senyawa karbon.

 

 

Langkah-langkah Penelitian

Tahap Persiapan

Adapun hal-hal yang dilakukan dalam persiapan ini adalah:

Meminta izin kepada Kepala Sekolah

Menetapkan persiapan dan mengadakan wawancara dengan pihak-pihak yang membantu pelaksanaan tindakan

Membuat persiapan mengajar/perangkat pembelajaran meliputi Silabus, Rencana Pembelajaran dan buku-buku penunjang.

Menetapkan waktu pelaksanaan tindakan

Mencatat alat evaluasi yang terdiri dari lembar observasi dan tes hasil belajar tentang konsep senyawa karbon.

Jika tahap persiapan sudah matang, maka tahap berikutnya adalahpelaksaanan tindakan, yaitu menerapkan dan melaksanakan tindakanberdasarkan rencana yang telah ditetapkan. Apabila tidak menunjukkanhasil yang diharapkan maka diadakan peninjauan kembali terhadapprosedur serta merumuskan rencana perbaikan/penyempurnaan yang akandilaksanakan pada siklus berikutnya (siklus II).

Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan terdiri atas 2 siklus dengan langkah-langkahsebagai berikut:

Siklus I

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran terdiri dari:

Menyampaikan tujuan pembelajaran;

Menjelaskan materi senyawa karbon;

Menyampaikan pertanyaan;

Memberikan waktu kepada siswa untuk berfikir;

Menjawab pertanyaan.

Memantau pelaksanaan tindakan

Mengadakan evaluasi dengan tes tertulis

Melaksanakan analisis evaluasi hasil belajar

Mengadakan refleksi terhadap hasil pemantauan dan tes.

 

 

Siklus II

Memperbaiki dan merumuskan penyempurnaan pelaksanaan tindakan

Melaksanakan penyempurnaan tindakan

Memantau pelaksanaan tindakan

Mengevaluasi pelaksanaan tindakan

Melaksanakan refleksi lanjutan

Dalam perencanaan PTK dapat dibuat alur rancangan tindakan sebagaiberikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahap Akhir

Merangkum hasil pelaksanaan tindakan, faktor-faktor penunjang sertapenghambat dalam pelaksanaan tindakan diantaranya:

Mengumpulkan data peneltian

Menyusun konsep laporan penelitian

Mendiskusikan dengan guru mata pelajaran dan Kepala Sekolah untuk kelengkapan laporan

Konsultasi dengan dosen pembimbing tentang konsep laporan yang diajukan untuk memperoleh persetujuan

Menyusun laporan akhir penelitian

Mengadakan laporan hasil penelitian tindakan kelas.

 

 

Rancangan Tindakan

Rancangan tindakan yang dilaksanakan pada penelitian ini adalahsebagai berikut:

Mengidentifikasi permasalahan

Menetapkan pokok bahasan dan indikator yang dicapai dalam pembelajaran

Menetapkan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan pokok bahasan dan tingkat pengetahuan siswa

Menyusun skenario pembelajaran dengan model peta konsep yang telah ditetapkan

Menyiapkan materi/bahan bacaan

Mengatur tindakan yang akan dilakukan

Menganalisis kemampuan siswa dalam materi senyawa karbon

Mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus dan sistem penilaian, RP. Lembar pengamatan guru dan siswa

Mengadakan kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran menggunakan peta konsep.

Mengevaluasi hasil belajar

Menyiapkan soal-soal tes dan latihan yang dikerjakan oleh individu, sebagai penguatan terhadap materi yang telah diajarkan.

Mendiskusikan dengan guru mitra.

 

 

Observasi

Observasi dilakukan untuk “merekam” aktivitas belajar siswa.Selain itu juga untuk memperoleh data tentang kelemahan dari strategipembelajaran yang diterapkan untuk diadakan perbaikan pada siklusberikutnya.

 

 

Refleksi

Pada tahap ini dianalisis hasil observasi dan tes hasil belajar siswauntuk menemukan kekurangan dan kelebihan dari model pembelajaran yangditerapkan, serta merumuskan tindakan perbaikan.

 

 

Alat Pengumpul Data

Instrumen yang digunakan untuk mengumpul data dalam penelitian inimeliputi:

Lembar observasi

Lembar keberhasilan kegiatan pembelajaran berupa tes tertulis

 

 

Kriteria Penilaian

Kriteria pencapaian tujuan tindakan penelitian ini yaitu:

Jika hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran yang meliputi kegiatan guru dan siswa telah 75% atau lebih dari seluruh aspek kegiatan yang diamati mencapai target maka kegiatan pembelajaran dinyatakan berhasil

Jika 85% siswa yang dikenai tindakan memperoleh nilai 6,5 ke atas dengan daya serap rata-rata 65%, maka tindakan dinyatakan berhasil

 

 

Analisis Data

Analisis data dimaksudkan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa.Data yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran dianalisis denganmenggunakan kriteria sebagai berikut:

90 – 100 = baik sekali

75 – 85 = baik

60 – 74 = cukup/sedang

40 – 59 = kurang

0 – 39 = kurang sekali

(Sanafiah dkk, 1982 : 209)

Perolehan nilai setiap siswa melalui tes hasil belajar secaratertulis diolah dengan rumus:

 

Keterangan: DSP = Daya Serap Perorangan

DSK = Daya Serap Klasikal

Untuk data hasil belajar siswa secara persentase dianalisis denganmenggunakan permaknaan nilai sebagai berikut:

80 – 100 = baik

60 – 69 = cukup

30 – 59 = kurang

0 – 29 = sangat kurang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan hasil pembahasanserta mengacu pada permasalahan dan tujuan penelitianini raaka dapat diberikan kesimpulan sebagai berikut:

Penerapan pembelajaran dengan menggunakan model peta konsep pada mated

senyawa karbon dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X3 Madrasah

Aliyah Negeri Model Gorontalo;

Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari Siklus I ke Siklus II yaitu dari

61% ke 87% atau meningkat sebesar 26 %.


5.2 Saran

Sehubungan dengan hasilpenelitian ini, peneliti mengemukakan saran sebagai berikut:

Penerapan pembelajaran dengan menggunakan model peta konsep dapat

diterapkan dalam pembelajaran kimia khususnya pada materi senyawa karbon.

Penerapan pembelajaran dengan menggunakan model peta konsep perlu

diupayakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep lain dalam

pembelajaran kimia bahkah dikombinasikan dengan metode pembelajaran lain

sehingga tercipta suasana pembelajaran yang lebih menarik minat belajar

siswa.



 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Dahar, W., Sumana, Aa.,1986. Buku Materi Pokok PengelolaanPengajaran Kimia. PKIM4470/4SKS/Modul 7-12. Jakarta: Karunika, Universitas terbuka

 

 

De Porter, B., Hernacki, M., 2006. QuantumLearning. Membiasakan Belajar Nyamandan Menyenangkan. Bandung: Kaifa

 

 

Huitt, W., 2003. Constructivism. Educational PsychologyInteractive. Valdosta, GA: Valdosta State University. Retrieved(date), from http://chiron.valdosta.edu/whuitt/col/cogsys/construct.html

 

 

Middlecamp, Chaterine and Kean Elizabeth. 1984.Panduan Belajar Kimia Dasar.Jakarta: Gramedia

 

 

Nakhleh, Mary B. 1992. WhySome Students Don’t LearnChemistry. Journal of ChemicalEducation.

 

 

Novak, J. 2004. A Science Education Research Program That Led toThe Development of the Concept Mapping Tool and A New Model forEducation. Pamplona, Spain: Cornell University

 

 

________, 1990. ConceptMaps and Vee Diagrams: TwoMetacognitive Tolls for Science and Mathematics Education.Instructional Science

 

 

Slameto, 2003. Belajar dan Faktor-faktoryang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

 

 

Smith, W., 2001. Concientizacao.Tujuan Pendidikan Paulo Freire. Yogyakarta: PustakaPelajar

 

 

Topatimasang. R., Dilt, R., Fakih,M., et al. 1990. Belajar DariPengalaman. Panduan Latihan PemanduPendidikan Orang Dewasa untuk Pengembangan Masyarakat. Jakarta:Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), atas kerjasama dengan Canadian University Service Overseas (CUSO), OttawaCanada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments