laporan kimia

kimia organik, anorganik, biokimia

Biokimia

UJI KULAITATIF UNTUK IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT

Posted by eko_chems on April 1, 2010 at 8:44 AM

A. Tujuan Praktikum

@  Mengetahui cara identifikasikarbohidrat secara kualitatif

@  membuktikan adanya gulapereduksi atau gula inversi

@  membuktikan adanya  monosakarida

@  membuktikan adanya gula ketosa

@  hirolisis pati atau amilum

 

B. Dasar Teori

Karbohidrat sangat akrab dengan kehidupan manusia. Karenaia adalah sumber energi utama manusia. Contoh makanan sehari-hari yangmengandung karbohidrat adalah pada tepung, gandum, jagung, beras, kentang, sayur-sayurandan lain sebagainya.

Karbohidrat adalah polihidroksildehida dan ketonpolihidroksil atau turunannya. selian itu, ia juga disusn oleh dua sampaidelapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mempunyairumus umum Cn(H2O)n. Rumus itu membuat paraahli kimia zaman dahulu menganggap karbohidrat adalah hidrat dari karbon.  

Penting bagi kita untuk lebih banyak mengetahui tentangkarbohidrat beserta reaksi-reaksinya, karena ia sangat penting bagi kehidupan manusia dan mahluk hiduplainnya.

Teori yang mendasari percobaan ini adalah penambahan asamorganik pekat, misalanya H2­SO4 menyebabakan karbohidratterhidrolisis menjadi monosakarida. Selanjutnya monosakarida jenis pentosa akanmengalami dehidrasi dengan asam tersebut menjadi furfural, semantara golonganheksisosa menjadi hidroksi-multifurfural. Pereaksi molisch yang terdiri dari a-naftol dalam alkohol akan bereaksidengan furfural tersebut membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Uji inibukan uji spesifik untuk karbohidrat, walalupun hasil reaksi yang negatifmenunjukkan bahwa larutan yang diperiksa tidak mengandung karbohidrat. Warnaungu kemrah-merahan menyatakan reaksi positif, sedangka warna hijau adalahnegatif.

Untuk kegaitan praktikum kedua, yang mendasari percobaan ujiiodium adalah penmabahan iodium pada suatu polisakarida akan menyababkanterbentuknya kompleks adsorpsi berwarna spesifik. Amilum atau pati denganiodium mengahailkan warna biru, dekstrin menghasilkan warna merah anggur,glikogen dan sebagian pati yang terhidrolisis bereaksi dengn iodium membantukwarna erah coklat.

Pada uji benedict, teori yang mendasarinya adalah gula yangmengandung gugus aldehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+dalam suasana alkalis, menjadi Cu+, yang mengendap sebagai Cu2O(kupro oksida) berwarna merah bata.

Ion Cu2+  dari pereaksi Barfoed dalam suasana asam akandireduksi lebih cepat oleh gula reduksi monosakarida dari pada disakarida danmenghasilkan Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata. Hal inilahyang mndasari uji Barfoed.

Pada uji bial, dasar dari percobaannya adalah dehidrasipentosa oleh HCl pekat menghasilkan furfural dengan penambahan orsinol(3.5-dihidroksi toluena) akan berkondesasi membentuk senyawa kompleks berwarnabiru.

Sedangkan dehidrasi fruktosa oleh HCl pekat menghasilkanhidroksimetilfurfural dengan penambahan resorsinol akan megalami kondensasimembentuk senyawa kompleks berwarna merah jingga menjadi dasar dari ujiSeliwanoff.

Pada uji Osazon, yang mendasarinya adalah pemanasankarbohidrat yang memiliki gugus aldehida atau keton bersama fenilhidrazinberlebihan akan membentuk hidrazon atao osazon. Osazon yang terbentuk mempunyai bentuk kristal dantitik lebur yang spesifik.

Osazon dari disakarida larutdalam air mendidih dan terbentuk kembali bila didinginkan, namun sukrosa tidakmembentuk osazon karena gugus aldehida dan keton yang terikat pada monomernyasudah tidak bebas., sebaliknya osazon monosakarida tidak larut dalam airmendidih.

Sedangkan teori yang mendasarihidrolisis pati dan sukrosa adalah, pati (starch) tau amilum merupakanpolisakarida yang terdapat pada sebagian besar tanaman, terbagi menjadi duafraksi yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa (kurang lebih 20 %) memilki strukturlinier dan dengan iodium memberikan warna biru serta larut dalam air. Fraksiyang tidak larut disebut amilopektin (+- 80 %) dengan struktur bercabang.Dengan penambahan iodium fraksi memberikan warna ungu sampai merah. Patai dalamsuasana asam bila dipanaskan akan terhidrolisis menjdi senyawa-senyawa yanglebih sedrhana. Hasil hidrolisis dapat dengan iodium dan menghaislkan warnabiru samapi tidak berwarna. Hasil akhir hidrolisis dapat ditegaskan dengan ujiBenedict.

Sukrosa oleh HCl dalam keadaanpanas akan terhirolisis, lalu menghasilkan glukosan dan fruktosa. Hal inimenyebabkan uji Benedict dan uji Seliwanoff yang sebelum hidrolisis memberikanhasil negatif menjadi positif. Uji Barfoed menjadi positif pula dan menunjukkanbahwa hidrolisis sukrosa menghasilakn monosakarida.

 

C. Alat dan Bahan

Alat:

1.     Tabung reaksi Pyrex

2.     Rak tabung reaksi

3.     Pipet tetes

4.     Penjepit tabung reaksi

5.     Penangas air

6.     Alat pemanas

7.     Pipet ukur

Bahan:

1.     Glukosa, fruktosa, galaktosa,maltosa, laktosa, sukrosa, arabinosa, amilum, air kelapa muda masing-masingdalam larutan 1 %.

2.     Pereaksi Molisch

3.     H2SO4 pekat

4.     Larutan Iodium

5.     Pereaksi Benedict

6.     Pereaksi Barfoed

7.     HCl pekat (37 %)

8.     Perekasi Seliwanoff

9.     Natrium asetat

10.  HNO3 pekat

11.  HCl 2 N

12.  NaOH  %

13. Kertas lakmus

 

 

 

E. Hasil Pengamatan

Uji Molisch

No.

Zat Uji

Hasil Uji Molisch

Karbohidrat (+/-)

1.       

Glukosa 1%

Terbentuk cincin berwarna ungu

+

2.       

Fruktosa 1 %

Terbentuk cincin berwarna ungu

+

3.       

Galaktosa 1 %

Terbentuk cincin berwarna ungu

+

4.       

Maltosa 1 %

Terbentuk cincin berwarna ungu

+

5.       

Laktosa 1 %

Terbentuk cincin berwarna ungu

+

6.       

Sukrosa 1 %

Terbentuk cincin berwarna ungu

+

7.       

Arabinosa 1 %

Terbentuk cincin berwarna ungu

+

8.       

Amilum 1 %

Terbentuk cincin berwarna ungu

+

9.       

Air Kelapa Muda

Terbentuk cincin berwarna ungu

+

 

 

 

 

Uji Benedict

No.

Zat Uji

Hasil Uji Benedict

Gula Reduksi (+/-)

1.       

Glukosa 1%

Terbentuk endapan kuning

+

2.       

Fruktosa 1 %

Terbentuk endapan kuning

+

3.       

Galaktosa 1 %

Terbentuk endapan kuning

+

4.       

Maltosa 1 %

Terbentuk endapan kuning

+

5.       

Laktosa 1 %

Terbentuk endapan kuning kecoklatan

+

6.       

Sukrosa 1 %

Terbentuk edapan kuning kecoklatan

+

7.       

Arabinosa 1 %

Terbentuk endapan merah bata

+

8.       

Amilum 1 %

Tidak terbentuk endapan

-

9.       

Air Kelapa Muda

Terbentuk endapan kuning kecoklatan

+

 

Uji Iodium

No.

Zat Uji

Hasil Uji Iodium

Hidrolisis(+/-)

1.       

Amilum 1 % + air + iodin

Warna bening ada endapan hitam dan berubah menjadi kuning kehijauan

+

2.       

Amilum 1 % + HCl + iodin

Waran larutan hijau berubah menjadi biru-hijau dan terbebtuk endapan hitam

+

3.       

Amilum 1 % + NaOH + iodin

Warna larutan bening

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uji Barfoed

No.

Zat Uji

Hasil Uji Barfoed

Monosakarida (+/-)

1.       

Glukosa 1%

tidak terbentuk endapan

-

2.       

Fruktosa 1 %

tidak terbentuk endapan

-

3.       

Galaktosa 1 %

tidak terbentuk endapan

-

4.       

Maltosa 1 %

tidak terbentuk endapan

-

5.       

Laktosa 1 %

tidak terbentuk endapan

-

6.       

Sukrosa 1 %

tidak terbentuk endapan

-

7.       

Arabinosa 1 %

tidak terbentuk endapan

-

8.       

Amilum 1 %

tidak terbentuk endapan

-

9.       

Air Kelapa Muda

tidak terbentuk endapan

-

 

 

Uji Seliwanoff

No.

Zat Uji

Hasil Uji Seliwanoff

Ketosa(+/-)

10.   

Glukosa 1%

Warna kekuning-kuningan

-

11.   

Fruktosa 1 %

Warna merah bata

+

12.   

Galaktosa 1 %

bening

-

13.   

Maltosa 1 %

bening

-

14.   

Laktosa 1 %

Warna kekuning-kuningan

-

15.   

Sukrosa 1 %

Warna merah bata

+

16.   

Arabinosa 1 %

Warna kekuning-kuningan

-

17.   

Amilum 1 %

Warna kekuning-kuningan

-

18.   

Air Kelapa Muda

Warna merah bata

+

 

 

 

F. Pembahasan

Pada praktikum ini membahas mengenai uji kualitatif karbohidratdiantaranya yaitu uji molisch, benedict, iodium, barfoed dan seliwanoff.Masing-masing uji kualitatif karbohidrat dapat dijelaskan berikut ini.

1. Uji Molisch

Uji Molisch digunakan untuk menidentifikasi apakah suatuzat mengandung karbohidrat. Uji ini dilakukan dengan menambahkan dua tetespereaksi molisch pada larutan uji dan ditambahkan H2SO4pekat perlahan-lahan pada dinding tabung sampai terbentuk cincin berwarna ungu.Apabila suatu larutan uji menunjukkan adanya cincin berwarna ungu, maka larutanuji tersebut positif mengandung karbohidrat. Pereaksi molisch yang terdiri daria-naftol dalam alkohol akan bereaksi dengan furfural tersebut membentuk senyawakompleks berwarna ungu. Uji ini bukan uji spesifik untuk karbohidrat, walalupunhasil reaksi yang negatif menunjukkan bahwa larutan yang diperiksa tidakmengandung karbohidrat. Warna ungu kemerah-merahan menyatakan reaksi positif,sedangka warna hijau adalah negatif.

Pada uji Molisch, semua zat uji adalah termasuk karbohidrat. haltersebut dapat dilihat pada terbentuknya cincin berwarna ungu. Reaksi yangberlangsung adalah sebagai berikut :

                                                  H                                      O

  │                                     ║

CH2OH—HCOH—HCOH—HCOH—C=O + H2SO4  →         ─C—H + 

                                                                                                                          │

                                                                                                                         OH

Pentosa                                                                              Furfural             α-naftol

 

 

                                                              H                                                              

  │                                                             

CH2OH—HCOH—HCOH—HCOH—HCOH—C=O + H2SO4 

Heksosa                             

 O

                                 ║

→ H2C─       ─C—H       +

       │                                                 │            

      OH                                             OH

5-hidroksimetilfurfural                α-naftol

                                                                                                         

 

 

 

 

Rumus daricincin ungu yang terbentuk adalah  sebagai berikut:         

                               O

                               ║

 

 

                                          ║                     ­__SO3H

H2C─       ─────C─────          ─OH

 

 

Cincin ungu senyawakompleks

 

2. Uji Benedict

Uji Benedict digunakan untuk mendeteksi zat uji mengandung gulapereduksi atau gula invers. Pereaksi benedict terdiri dari kupri sulfat,natrium sitrat, dan natrium karbonat. Ke dalam 5 ml pereaksi dalam tabungreaksi ditambahkan 8 tetes larutan contoh, kemudian tabung reaksi ditempatkandalam air mendidih selama 5 menit. Timbulnya endapan warna hijau , kuning, ataumerah orange menunjukkan adanya gula pereduksi.

Pada uji benedict, teori yang mendarsarinya adalah gula yang mengandunggugus aldehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+ dalamsuasana alkalis, menjadi Cu+, yang mengendap sebagai Cu2O(kupro oksida) berwarna merah bata.

Pada uji Benedict, indikator terkandungnya Gula Reduksi  adalah dengan terbentuknya endapan berwarnamerah bata. hal teresebut dikarenakan terbentuknya hasil reaksi berupa Cu2O.

Berikut reaksi yangberlangsung:

       O                                          O

       ║                                          ║

R—C—H  + Cu2+ 2OH- →  R—C—OH + Cu2O

Gula Pereduksi                                          EndapanMerah Bata

Darihasil uji benedict, larutan uji postif terdapat gula pereduksi adalah glukosa,maltosa, sukrosa, galaktosa, fruktosa, laktosa, arabinosa dan air kelapa muda.Sedangkan yang tidak memiliki gula pereduksi adalah amilum.

 

3. Uji Iodium

Pati (starch) atau amilum merupakan polisakarida yang terdapatpada sebagian besar tanaman, terbagi menjadi dua fraksi yaitu amilosa danamilopektin. Amilosa (kuranglebih 20 %) memilki struktur linier dan dengan iodium memberikan warna biruserta larut dalam air. Fraksi yang tidak larut disebut amilopektin (kuranglebih 80 %) dengan struktur bercabang. Dengan penambahan iodium fraksi memberikanwarna ungu sampai merah. Pati dalam suasana asam bila dipanaskan akanterhidrolisis menjdi senyawa-senyawa yang lebih sedrhana. Hasil hidrolisisdapat dengan iodium dan menghasilkan warna biru samapi tidak berwarna.

Dari hasil uji hidrolisis menggunakanpereaksi iodium hasil positif dihasilkan pada amilum yang dihidrolisis denganair dan asam (HCl). Dengan ditunjukannya perubahan warna dari bening menjadibiru menunjukkan bahwa amilum dapat terhidrolisis oleh air dan asam menjadiamilosa dan amilopektin. Mungkin juga dengan bantuan panas, amilum bisaterhidrolisis menjadi monosakarida-monosakarida. Tetapi praktikum tidak sampaimengidentifikasi karbohidrat hasil hidrolisis dari amilum.

 

4. Uji Barfoed

Pada uji barfoed untuk mendeteksi karbohidrat yang tergolongmonosakarida. Pereaksi barfoed terdiri dari kupri asetat dan asam asetat. Kedalam 5 ml peraksi dalam tabung reaksi ditambahkan 1 ml larutan contoh,kemudian tabung reaksi ditempatkan dalam air mendidih selama 1 menit. Endapanberwarna merah orange menunjukkan adanya monosakarida dalam contoh.

Ion Cu2+  daripereaksi Barfoed dalam suasana asam akan direduksi lebih cepat oleh gulareduksi monosakarida dari pada disakarida dan menghasilkan Cu2O(kupro oksida) berwarna merah bata. Hal inilah yang mndasari uji Barfoed.

Pada uji Barfoed, yang terdeteksi monosakarida membentuk endapan merahbata karena terbentuk hasil Cu2O. berukut reaksinya :

       O                                      O

       ║            Cu2+ asetat         ║

R—C—H  + ─────→ R—C—OH + Cu2O+ CH3COOH

n-glukosa                                                 E.merah

monosakarida                                             bata

Pada praktikum ini tidak terdeteksi adanya monosakarida. Kemungkinanadanya pemanasan yang terlalu lama menyebabkan perubahan warna tidakterdeteksi. Menurut Winarno (2004) dalam pengujian monosakarida mengunakanperekaksi Barfoed, setelah dipanaskan selama 1 menit, didiamkan beberapa saatsehingga dapat dilihat perubahan yang terjadi pada larutan uji tersebut.

 

5. Uji Seliwanoff

Pada uji Seliwanof, ketosa terdeteksi pada zat uji Fruktosa denganterbentuknya warna merah bata; yaitu karena terbentuknya resorsinol.

Berikut reaksinya :

CH2OH            OH                                                                                                                                                                                                                                           O             OH   OH

                                            +HCl                             ║              │     │

        H               CH2OH     ───→   H2C—       —C—H  +             →  kompleks

                                                              │                                                  berwarna

           OH  H                                     OH                                            merahbata

                                                  5-hidroksimetil furfural         resorsinol

Padahasil uji seliwanoff ketosa terdeteksi pada zat uji fruktosa, sukrosa dan airkelapa muda.

 

G. Kesimpulan

1.     Glukosa, fruktosa, galaktosa,maltosa, laktosa, sukrosa, arabinosa, amilum, air kelapa muda masing-masingdalam larutan 1 %. Terbukti positif karbohidrat

2.     Glukosa, fruktosa, galaktosa,maltosa, laktosa, sukrosa, arabinosa, air kelapa muda terdapat gula inversiyaitu dengan terbentuknya endapan kuning dan merah bata.

3.     Pada uji barfoed tidakteridentifikasi adanya monosakarida.

4.      Pada hidrolisis pati (amilum) dapatterhidrolisis dengan air dan asam.

5.      Pada Uji Seliwanof, Ketosa terdapat padafruktosa, sukrosa dan air kelapa muda.

 

H. Daftar Pustaka

Feseenden dan Fessenden. 1997. Dasar-Dasar Kimia Organik. Binarupa Aksara. Jakarta

Jalip, IS. 2008. PraktikumKimia Organik, Edisi  kesatu. Laboratorium Kimia Universitas Nasional.Jakarta

Team Teaching. 2008. Modul Praktikum Biokimia. Gorontalo: UNG

Winarno,G.F. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia

 


 


 

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments